Ketika Jempol TPP Main Medsos, Kinerja Desa Ikut Terdongkrak
BIREUEN – Dulu, Tenaga Pendamping Profesional alias TPP identik dengan blusukan ke gampong, rapat sampai malam, dan tumpukan laporan kertas. Kini, ada satu “senjata” baru yang diam-diam mendongkrak kinerja mereka yaitu media sosial. Bukan buat flexing atau joget-joget. Di tangan TPP yang melek digital, Instagram, TikTok, Facebook dan WhatsApp berubah jadi alat pendampingan yang menggerakkan desa lebih cepat. Dari Laporan Jadi Cerita yang Menggerakkan “Awalnya saya malu posting. Takut dibilang cari muka,” cerita Rahma, TPP Kecamatan Jeunib. Sampai suatu hari dia iseng merekam proses BUMDes binaannya panen telur Elba. Video 15 detik itu FYP, ditonton 80 ribu orang. Efeknya di luar dugaan. DPMG Kabupten langsung DM, menawari BUMDes itu jadi lokasi studi banding. Dua investor lokal datang menawar kontrak telur. Warga yang awalnya apatis tiba-tiba semangat ikut rapat BUMDes.“Medsos bikin kerja kita kelihatan. Sekali viral, dukungan yang datang 10 kali lebih cepat dari surat resmi,” kata Rah...