Dibalik Centang Biru Ada Cerita Keringat Dan Jalan Berlumpur
Kisah Pendampingan BUMDes Tabina Bersama Di Gampong Lheu Barat Jeunib
Jeunib, 11 Mei 2026 – Kalau dilihat dari layar HP, pemeringkatan BUMDes Tabina Bersama Gampong Lheu Barat selesai dalam hitungan menit. Tapi di balik centang biru “Data Tersimpan” itu, ada cerita panjang tentang bau keringat, kopi tanpa gula, dan jalan berlumpur menuju gampong. Senin (11/5/2026), Pendamping Lokal Desa Rahma dan Pendamping Desa Kecamatan Jeunib Harmaili bersama Keuchik Tarmizi dan pengurus BUMDes Tabina Bersama duduk bersama di meunasah gampong.
Bukan rapat biasa.
Ini hari setelah deadline perpanjangan pemeringkatan BUMDes 2026.
Dari Rintisan Menuju Berkembang
BUMDes Tabina Bersama saat ini masih berstatus “Rintisan”. Target tahun ini jelas: naik ke “Berkembang” agar bisa ikut program penguatan modal dan pelatihan dari Kemendes PDTT. “Kita kejar 3 hal: laporan keuangan selesai, legalitas diperbarui, unit usaha jalan. Nggak ada yang instan, semua harus diinput satu per satu,” ujar Harmaili PD Kec.Jeunib sambil membuka laptop dilantai meunasah. Laporan laba rugi, neraca, SK pengurus 2022-2025, AD/ART, foto kegiatan unit Pertanian dan Pasar Desa,
Proses pendampingan bukan cuma di depan laptop. Minggu sebelumnya, Rahma PLD yang mendampingi Gampong Lheu Barat harus turun ke gampong saat jalan akses masih becek pasca hujan. Motor butut jadi andalan. “Kadang sampai di gampong baju udah kotor lumpur. Tapi ketemu pengurus BUMDes yang semangat, kopi hitam tanpa gula pun rasanya manis,” katanya sambil tertawa. Keuchik Tarmizi mengakui, tanpa pendampingan TPP, pengurus BUMDes pasti kewalahan. “Ini pertama kali pengurus kami input data sendiri. Ibu Rahma sabar ngajarin dari nol. Sampai malam pun tetap didampingi,” ujarnya.
85% Selesai, Tinggal Finishing
Hasilnya, progres input data BUMDes Tabina sudah mencapai 85%. Yang tersisa hanya upload SK dan struktur pengurus. Targetnya, sebelum 22 Mei 2026 semua selesai. Kalau lolos dengan status “Berkembang”, BUMDes Tabina Bersama berhak ikut program penguatan BUMDes 2026. Artinya, akses pelatihan manajemen, permodalan, dan pendampingan usaha produktif akan terbuka.“Pemeringkatan ini bukan formalitas. Ini pintu. Kalau pintunya kebuka, rezeki gampong ikut kebuka,” tutup Rahma
Caption Foto:
Rahma dan Harmaili , PLD dan PD bersama Keuchik Tarmizi dan pengurus BUMDes Tabina Bersama saat menyelesaikan input data pemeringkatan di meunasah Gampong Lheu Barat, Jeunib.
Komentar
Posting Komentar