Target Jalan, Mental Aman: Filosofi Stoikisme untuk TPP Hadapi Deadline
1. Kendali. Bedakan mana urusanmu, mana bukan “Ada hal yang berada dalam kendalimu, ada yang tidak.”, yang dalam kendalimu seperti usaha input data seakurat mungkin, jaga komunikasi dengan tim, datang ke lapangan, siapkan mental hadapi komplain. Yang di luar kendalimu: Server google form tetiba down, , atasan minta data 2 hari sebelum deadline, cuaca bikin perjalanan ke lapangan terhambat. Stoikisme tidak buang energi marah-marah sama hal yang tidak bisa diubah. Dia fokus 100% ke yang bisa dia kerjakan. Target tetap dikejar, tapi tanpa drama. Kalau sistem down, ya lapor, lalu kerjakan yang lain dulu. Kamu dibayar untuk bekerja, bukan untuk jadi paranormal yang bisa meramal server lancar.
2. Mencintai Deadline, bukan memusuhinya, artinya mencintai takdir, ingat.. bersamaan dengan kesulitan itu ada kemudahan. Deadline TPP itu takdir. Setiap bulan, minggu atau hari pasti datang. Dari pada tiap hari stres sambil marah-marah , Stoik memilih menerima. Bukan pasrah menyerah. Tapi menerima bahwa ini bagian dari peran kita sebagai pendamping. Tiap mau berangkat ke lapangan ingetin diri: “Hari ini aku akan bertemu orang yang ngeselin, kerjaan yang berat, masalah yang tidak diduga.” Tapi aku tetap kerja. Deadline bukan musuh. Dia cuma pengingat bahwa waktu kita terbatas. Dengan menyadari itu, kita berhenti melawan ombak dan mulai belajar berselancar. Target tetap jalan, tapi hati tidak panas....
3. Siapkan Mental untuk Skenario Terburuk. Kita harus mikir: “Apa hal terburuk yang bisa terjadi?” Data nggak sinkron. Dimarahi Keuchik. Lembur sampai malam. Laporan kena feedback. Kalau sudah dibayangkan duluan, pas kejadian beneran mental kita tidak kaget. Sedia payung walau belum tentu hujan. Dengan begitu deadline bukan lagi jadi hantu. hehe.. Dia cuma agenda yang sudah kita siapin mentalnya.
4. Deadline Mengajarkan Kita Hidup Sekarang, ingat kita bisa mati. Kedengarannya serem, tapi justru membebaskan. Kalau kita ingat hidup cuma sekali, kita jadi milih.... mau habisin 8 jam kerja dengan ngeluh dan cemas, atau dengan fokus dan tenang? Deadline akan terus ada sampai kita habis kontrak. Tapi hari ini, jam ini, tidak akan balik lagi. Kerjakan tugasmu sebaik mungkin hari ini, karena itu satu-satunya waktu yang kamu punya. Besok urusan besok. Hasil akhir bukan kamu yang nentuin, tapi usaha hari ini 100% di tanganmu.
Pekerjaan Pendampingan bukan sekadar tempat kerja, Tapi senam mental, orang yang datang ke gym untuk bikin otot kuat. TPP datang ke desa untuk bikin mental kuat. Setiap deadline, setiap komplain, setiap target adalah barbel. Sakit di awal, tapi bikin kokoh ke depan.Target boleh jalan terus. Laporan boleh numpuk. Tapi mental harus tetap aman. Karena percuma google form hijau, kalau tidur nggak nyenyak “Ini dalam kendaliku atau bukan?” Kalau iya, kerjakan. Kalau bukan, lepaskan. Ingat, tujuan kita adalah ketenangan bukan tepuk tangan. Target jalan, mental aman. Itu TPP yang waras.
Komentar
Posting Komentar