"Dari Lesehan di Meunasah Gampong ke Multazam di Baitullah: Kisah TPP Bireuen Naik Haji", 07 Mei 2026
| Caption Foto Ilustrasi: |
Di balik laptop dan tumpukan data SID yang harus diinput, di balik jalan becek menuju gampong dampingan, ada mimpi suci yang diam-diam dirajut para Tenaga Pendamping Profesional (TPP). Tahun ini, salah satu Pendamping Desa di Kabupaten Bireuen akhirnya berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Adalah Ibu Eryani , Pendamping Desa (PD) Kecamatan Pandrah, yang tahun ini mendapat panggilan Allah SWT. Setelah 9 tahun mengabdi mendampingi gampong, menyusun RPJMDes, mengawal Dana Desa, dan begadang input data BUMDes, Ibu Eryani masuk daftar jamaah haji reguler 2026.
"Gaji TPP Halal, Rezeki Haji Datang"
"Alhamdulillah, nggak nyangka. Gaji TPP memang nggak besar, tapi berkah. Saya nabung sedikit-sedikit dari honor, ditambah hasil dari menanam bayam, suami yang juga Kepala Desa ternyata Allah cukupkan," ujar Ibu Eryani dengan mata berkaca-kaca saat pamitan di Kediamannya, Senin (4/5/2026). Perjuangan Ibu Eryani tidak mudah. Sebagai PD, ia membina 19 gampong di Pandrah. Motor bututnya jadi saksi setiap hari keliling desa: dari input data SDGs, latih operator gampong, sampai temani BUMDes kejar pemeringkatan."Sering pulang malam, baju kotor, kehujanan. Tapi setiap lihat gampong dampingan maju, BUMDes-nya naik kelas, blog desanya aktif, rasanya capek hilang. Itu yang bikin saya ikhlas," tambahnya.
Pendamping Desa: Kerja Dunia, Bekal Akhirat
Koordinator TPP Kabupaten Bireuen mengaku bangga. Menurutnya, ini bukti bahwa profesi pendamping desa bukan sekadar kerja, tapi ladang ibadah."Tugas TPP itu berat . Kita dampingi dari perencanaan sampai LPJ. Kita ajari gampong transparan, akuntabel. Itu kan amar ma'ruf. Jadi kalau ada TPP yang bisa naik haji dari hasil kerja ini, artinya kerja kita berkah dan diridhoi," ungkapnya.
Doa dari Gampong Dampingan
Kabar Ibu Eryani naik haji disambut haru warga Pandrah. Keuchik salah satu gampong di Pandrah mengaku akan menggelar doa bersama. "Beliau orang baik. Nggak pelit ilmu. Malam-malam pun dibalas WA kami kalau tanya soal Dana Desa. Kami doakan semoga jadi haji mabrur dan pulang bawa berkah buat Kecamatan Pandrah," kata Keuchik yang tidak mau disebutkan namanya. Selama 40 hari di Tanah Suci, tugas Ibu Eryani akan di-handle sementara oleh rekan sesama TPP. Ia berjanji sepulang haji akan makin semangat mendampingi desa."Doakan saya ya... Nanti di depan Ka'bah saya doakan semua gampong dampingan di Bireuen: Dana Desanya berkah, BUMDes-nya maju, aparatnya amanah, warganya sejahtera," pesan Ibu Eryani sebelum berangkat.
Dimensi Lain TPP
Kisah Ibu Eryani membuka mata bahwa Pendamping Desa punya dimensi lain. Bukan hanya soal data, angka, dan aplikasi Kemendes. Tapi juga tentang mimpi, pengabdian, dan keberkahan hidup. Bahwa dari jalan-jalan tanah gampong, dari tikar lesehan saat latih blog desa, dari laptop yang sering lowbat di meunasah, ternyata bisa mengantar seorang hamba ke Baitullah. gaji boleh TPP, tapi mimpi harus ke Baitullah, karena yang kita dampingi itu bukan cuma desa,tapi akhirat kita sendiri
Berita ini dipublish seizin beliau untuk menambah semangat TPP lainnya dalam mendampingi desa Amiin....
Selamat menunaikan ibadah haji, semoga jadi haji yang mabrur. Amiin...
BalasHapus